KENALI JENIS PENDIDIKAN YANG SESUAI UNTUK GENERASI MILENIAL

Hai, Bunds.

Masih ingat gak kalau setiap tanggal 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional? Mungkin sebagian besar dari kita tidak menganggap hari pendidikan adalah sesuatu yang wow untuk diperingati. Layaknya tanggal merah di akhir pekan, tanggal 2 Mei berlalu begitu saja tanpa meninggalkan kesan mendalam. Padahal, ada banyak sejarah baik mengenai jenis pendidikan, jalur pendidikan dan cikal bakal sistem pendidikan di Indonesia yang patut kita ketahui dan kenalkan ke anak-anak kita, loh Bunds.

Kalau jaman saya sekolah dulu, masih ada pelajaran PMP dan PSPB. Hayooo ada yang seangkatan sama saya? PMP alias Pendidikan Moral Pancasila yang sekarang sepertinya masuk ke dalam pelajaran PPKN. Sedangkan PSPB singkatan dari Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

Melalui dua mata pelajaran tersebut, saya mengenal 3 Semboyan Pendidikan Indonesia yang digaungkan oleh Ki Hajar Dewantara. Beliau merupakan polopor dunia pendidikan bagi rakyat Indonesia. Atas jasa beliau, tanggal lahirnya diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional dan beliau disebut sebagai Bapak Pendidikan.

Masih ingatkah apa saja semboyan pendidikan yang dimaksud? Yuk, kita sedikit flashback mengenang pelajaran sejarah.

3 Semboyan Pendidikan Ki Hajar Dewantara :

  1. Ing Ngarso Sung Tulodo

Di depan memberi contoh

  1. Ing Madya Mangun Karsa

Di tengah memberi semangat

  1. Tut Wuri Handayani

Di belakang memberi dorongan

Bunds, makna dari ketiga semboyan ini sangat mendalam dan tak lekang oleh waktu. Patut ditanamkan pada anak-anak kita, pada generasi milenial, agar mereka bisa tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang memiliki pondasi pendidikan moral yang baik dan cerdas berkarakter.

Dengan adanya perkembangan jaman, tentu saja jenis pendidikan dan sistemnya akan selalu berubah secara dinamis. Termasuk munculnya beraneka jenis pendidikan di sekitar kita, yang terkadang membuat bingung mana yang harusĀ  dipilih.

Sebagai orang tua, tentunya kita menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita bukan? Maka sebaiknya kita meluangkan waktu untuk bisa mengenali apa saja jenis pendidikan yang ada saat ini.

JENIS-JENIS PENDIDIKAN DI INDONESIA

1. Pendidikan Formal

Yaitu jenis pendidikan yang diadakan di sekolah-sekolah yang sudah terdaftar resmi di pemerintahan, sehingga sistem dan jenjang pendidikannya sudah diatur dengan jelas oleh negara.

Contoh: SD, SMP, SMU dan Universitas.

2. Pendidikan Non Formal

Yaitu jenis pendidikan yang pada bertujuan sebagai penunjang pendidikan formal dan mengembangkan potensi anak. Jenis Pendidikan ini ada yang terdaftar resmi ada yang tidak. Termasuk di dalamnya adalah lembaga-lembaga kursus, bimbingan keahlian khusus dan sejenisnya.

3. Pendidikan Informal

Yaitu jenis pendidikan yang dilakukan secara mandiri dan bertanggung jawab di lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini diatur dalam Undang Undang No.20/2003 dan home schooling termasuk di dalamnya.

Jangan khawatir! Anak yang memilih jenis pendidikan home schooling ini tetap memiliki legalitas dan diakui negara sesuai dengan standar pendidikan yang berlaku.

Nah, Bunds!

Setelah mengetahui 3 jenis pendidikan yang ada di Indonesia, sekarang saatnya melakukan “pencocokan” dengan kebutuhan anak-anak kita.

Misalkan usia anak 7 tahun dan suka bermain basket, maka anda bisa memasukkannya ke klub basket sebagai pendidikan non formal, sembari tetap menjalankan jenis pendidikan formalnya di SD.

Atau jika anda adalah orang tua yang sering berpindah tempat tinggal karena mungkin alasan pekerjaan, sehingga jika anak-anak bersekolah di sekolah formal ( SD/SMP/SMA ) harus keluar masuk sekolah baru, maka home schooling bisa menjadi salah satu alternatif terbaiknya.

Terlebih setelah seluruh dunia diguncang pandemi, di mana akhirnya semua orang harus melakukan social distancing. Dunia pendidikanpun banyak berubah. Sekolah-sekolah formal harus mengganti model pendidikan secara tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh demi kesehatan dan keamanan bersama.

Situasi inilah yang dialami anak-anak generasi milenial sekarang. Sehingga mau tidak mau, yang tadinya mungkin tak pernah terpikirkan kita akan melakukan aktivitas belajar seperti home schooling, pada kenyataannya sekarang harus melakukannya.

Bedanya anak-anak sekolah formal yang harus belajar di rumah dengan anak-anak sekolah informal yang memilih jalur home schooling sejak awal adalah pada titik kesiapannya.

Anak-anak sekolah formal tidak disiapkan untuk belajar dari rumah dan lingkungan. Mereka terbiasa mengikuti sistem sekolah dan melakukan kegiatan terpusat di sekolah. Sedangkan anak-anak home schooling, mereka telah menyiapkan berbagai agenda belajar secara mandiri, yang lebih banyak melibatkan peran serta keluarga dan lingkungan.

Bunds, sebagai orang tua yang bijak, sudah sepatutnya kita mampu menggali potensi dan karakter anak dengan baik, sehingga dapat memilihkan jenis pendidikan yang tepat bagi mereka. Apakah sekolah formal, non formal atau informal. Jangan lupa untuk menyesuaikan juga dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini. Karena tantangan generasi milenial di depan akan jauh berbeda dengan apa yang pernah kita alami. Kehidupan mereka akan erat bersinggungan dengan kecanggihan teknologi, digital dan kreativitas.

Mari kita persiapkan pendidikan terbaik anak-anak tercinta.

bundastory

0 comments
2 likes
Prev post: Mau Jadi Ratu Dapur? Ini Rekomendasi Website Keren Yang Bakal Bikin Kamu Jadi Ratu Dapur Walaupun Tak Bisa Memasak!Next post: Ayam Crispy Telur Asin : Resep Masakan Praktis ala Bundastory.com

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *