Resensi Novel Terbaru karya Tere Liye

SELENA DAN NEBULA

Bicara tentang novel, siapa yang tak kenal Tere Liye? Sosok penulis tenar dengan kepiawaian merangkai kata menjadi sebuah kisah menakjubkan. Diksi-diksi indah yang disajikannya selalu berhasil membius banyak hati wanita [termasuk saya]. Novel-novelnya sangat mengerti bagaimana caranya mengaduk-aduk hati seorang wanita. Kalimat-kalimat mutiaranya cocok sekali bagi kaum hawa.

Novel Tere Liye yang saya ikuti awalnya adalah novel-novel yang bercerita tentang drama-drama romantis kehidupan. Seperti novel yang berjudul Tentang Kamu, Ayahku (Bukan) Pembohong, Pergi, Pulang, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan Si Anak Kuat.

Lalu saya dibuat terkejut ketika anak remaja saya meminta dibelikan novel Tere Liye berjudul Komet. Dan kemudian ia minta dilengkapi serialnya mulai dari Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Ceros dan Batozar dan Komet Minor. Ini adalah serial novel Bumi karya Tere Liye. Padahal, jujur saya menskip itu dari reading list saya karena sepertinya futuristik sekali. Membutuhkan imajinasi tingkat tinggi. Tidak cocok buat ibu-ibu seperti saya yang biasa dicekoki drakor. #ups

Hingga di bulan April 2020 kemarin, muncullah seri ke-8 dan 9 dari serial Bumi. Disinilah akhirnya saya ‘terjebak’ rayuan anak saya untuk membaca meski sedikit saja. Merasakan sebuah sensasi membaca yang seperti roller coaster. Tere Liye sangat ahli menerbangkan sekaligus menjatuhkan hati pembacanya melalui novel serial Bumi. Padahal saya tidak mengikuti serial ini dari awal, tapi tetap bisa dapat ‘feel’nya.

Selena dan Nebula
Ini bukan akhir

Selenafoto: dokumen pribadi @dhika_suhada

SELENA

Judul Buku    : SELENA
Penulis           : TERE LIYE
Tebal Buku    : 368 halaman
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit   : 2020

Sinopsis

Pemeran utama di buku ini adalah Selena. Gadis Klan Bulan yang telah menjadi yatim piatu di usia 15 tahun. Berasal dari kawasan kumuh, padat dan tertinggal. Sosok Selena digambarkan berambut keriting, bertubuh kecil, kurus dan berkulit gelap. Ia juga tak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Tak heran jika ia menjadi target perundungan teman-teman di sekelilingnya.

” Kamu memiliki mata yang tajam Selena. Jangan berkecil hati juka teman-teman mengolokmu” kata ayah Selena saat ia dirundung temannya.
” Itu kelebihanmu, Selena” kata ibu Selena membesarkan hatinya (Selena hal.8)

Sepeninggal orang tuanya, Selena mendapat wasiat untuk menemui pamannya di kota. Berbekal uang yang dikumpulkan para tetangganya, Selena pun pergi ke kota Tishri.

Apa yang bisa diperbuat anak desa seperti Selena di kota besar ini?

Beruntung paman dan bibinya menerima Selena dengan baik. Meski masih di bawah umur, Selena ikut bekerja di proyek konstruksi lorong kereta bawah tanah Paman Raf. Tanpa pengalaman bekerja di proyek, Selena harus rela hanya menjadi tukang angkut batu dan tenaga serabutan di sana. Pekerjaan yang sangat rendahan.

Hingga satu hal yang mengejutkan terjadi. Saat mesin bor menghantam sesuatu yang sangat keras, mata bor terpental bersama bongkahan batu. Bak peluru yang lepas kendali, mata bor mengarah ke para pekerja. Salah satunya mengarah ke arah kepala Bow, salah satu pekerja di sana. Semuapun panik.
Dan Splash!
Selena membuat tameng transparan di depan Bow. Mata bor baja itu menghantam tameng dan jatuh ke samping.
Selena memiliki Teknik Bertanding.

Dari mana Selena memiliki kemampuan ini?

Lagi-lagi hal menakjubkan terjadi di area kerja Selena. Ketika para Insinyur dan ketua proyek kesulitan mencari jalan keluar (mengenai penyebab empat kali mata bor patah tidak mampu menembus dinding), Selena memberi masukan yang sangat mengejutkan. Ia memiliki kemampuan merekam apapun yang pertama kali dilihat dengan sangat akurat. Selena bisa mencocokkan dinding di depannya dengan tampilan peta digital, seperti ada proyeksi empat dimensi di kepalanya.

Luar biasa. Selena yang datang dari desa dan bukan anak sekolahan mampu menjawab permasalahan proyek dengan sedetail ini. Siapa yang tidak takjub?

“Selena, hidup ini hanya soal sudut pandang. Digeser sedikit saja cara kita memandangnya, kita bisa mengubah sesuatu yang menyebalkan menjadi hal yang berbeda” ( Selena, hal. 46)

Semenjak kejadian itu, ketua proyek memberi perhatian lebih pada Selena. Ia memutuskan untuk mendidik Selena menjadi ahli konstruksi terbaik. Selena harus belajar berhitung dasar terlebih dahulu. Matematika.

Di suatu masa nanti Selena akan menjadi guru matematika Raib, Ali dan Seli di Klan Bumi dan dipanggil dengan nama “Miss Selena” , “Miss Keriting”.

Akademi Bayangan Tingkat Tinggi Mengundang Seluruh Pemuda Klan Bulan

Siapa yang tidak mengenal ABTT ini? Sekolah terbaik di Klan Bulan. Tempat dimana petarung terbaik Klan Bulan belajar. Kelompok elite di antara para elite.

Selena telah berhasil belajar dengan baik secara auotodidak. Ia lulus dengan nilai baik dalam ujian standarisasi Klan Bulan meski tak duduk di bangku sekolah formal. Suatu pencapaian yang luar biasa. Untuk masuk ABTT, Selena yakin mampu melewati ujian akademik dan ujian fisiknya. Tapi ia tak yakin dengan ujian demonstrasi kekuatan Klan Bulan. Kekuatan tameng transparan yang pernah ia keluarkan saat di proyek 3 tahun yang lalu masih sangat tipis dan mudah meletus. Teknik menghilang tidak sempurna. Apalagi pukulan berdentumnya,masih tak ada apa-apanya.

Bukan Selena kalau ia pantang menyerah. Kehidupannya selama ini telah membentuk Selena menjadi orang yang kuat, mandiri dan berani. Hampir ke arah ambisius?

Plop!

Benar saja, 2 ujian ia lewati dengan nilai sangat memuaskan. Tapi di ujian demonstrasi kekuatan, ia gagal. Ia tidak lulus seleksi mahasiswa baru ABTT.

Apakah Selena akan menyerah?

BUM ! BUM !

Splash! Splash! 

“Bulan sabit gompal!” seru OX, pemimpin ABTT.

Selena nekat menerobos masuk di acara inaugurasi penerimaan mahasiswa baru. Meminta satu kesempatan lagi.

Ia berhasil melewati penjagaan mahasiswa tingkat atas yang bertugas menjaga keamanan. Pertarungan di aula meledak.

Mendadak kemampuan bertarung Selena menjadi dahsyat. Kemampuan teleportasinya semakin sempurna. Pukulan berdentumnya membuat salju berguguran di sekitar.

Dari mana Selena mendapat kekuatan ini semua? Apakah ini murni kekuatan dari dalam dirinya? Ataukah ini kekuatan lain dari sosok yang nampak di cermin kamarnya? Tamus?

Berkat keberanian (baca:kenekatan) Selena, ia bertemu dengan Tazk dan Mata. 2 orang yang mulai saat itu telah digariskan untuk menjadi sahabat seumur hidupnya. Mata dengan jurus bertarung yang selalu menakjubkan. Seorang putri dengan keturunan murni. Dan Tazk yang memiliki kemampuan memimpin dengan baik.

Selena, Tazk dan Mata bak 3 serangkai yang tak dapat dipisahkan. Saling melengkapi dan mengisi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hampir seluruh siswa ABTT merasa iri dengan persahabatan dan kemampuan bertarung mereka. Bahkan mereka mendapatkan banyak hal menantang dibanding siswa lain. Di saat mahasiswa baru belajar teknik bertarung dengan OX, mereka bertiga justru dikirim bertarung melawan robot mutakhir berkemampuan super fantastis.

Mata kuliah di ABTT sangat lengkap dan menantang. Di akhir kuliah Selena dan Tazk adalah mahasiswa terbaik ABTT.

Semoga itu membawamu ke jalan kebaikan, bukan sebaliknya, karena seorang pengintai dekat sekali dengan jalan kegelapan. (Selena, hal. 181)

Kemampuan Selena meningkat tajam selama berkuliah di ABTT. Tapi bayangan Tamus selalu menghantuinya.

Plop!

“Semoga kamu juga tidak lupa, akulah yang membuatmu diterima di akademi itu, Selena!”

Ucapan Tamus yang dingin dan mengancam ini selalu memojokkan Selena setiap ia hadir melalui cermin. Dan itu artinya, akan ada tugas baru dari Tamus yang harus diselesaikan Selena. Imbalan !

Apa yang Tamus cari dari sebuah Buku Kehidupan?

Selena sampai harus bersusah payah menyelinap, bertarung, “meminjam sebentar”, berdusta dan menutupi semua ini demi rencana besar Tamus. Membebaskan si Tanpa Mahkota, Cawan Keabadian dan membuka Pintu Penjara Bayangan di Bawah Bayangan.

Peta menuju sebuah klan di dunia paralel.

Klan yang jauh, yang disebut : NEBULA.

Siapakah yang mampu memecahkan peta itu? Siapakah yang mampu menembus gerbang Nebula?

Kelebihan

Novel ini mengajak kita terbang menuju dunia yang sangat futuristik. dengan teknologi yang canggih dan kehidupan yang mungkin saja akan dialami oleh anak cucu kita di masa depan.

Sosok Selena hadir sebagai sosok yang memberi motivasi bagi para pembacanya. Terlebih bagi para pembaca remaja yang sedang dipenuhi energi, emosi dan ambisi. selena mengajarkan bahwa membutuhkan usaha yang keras dan tekad yang kuat dalam meraih suatu impian.

Kekurangan

Sulit menemukan kekurangan dari novel ini. Alurnya yang maju mundur mungkin agak menyulitkan bagi para pembaca yang tidak mengikuti serial Bumi ini dari awal. Tapi itu tidak berlangsung lama.

 

Novel Nebula

foto: dokumen pribadi @dhika_suhada

NEBULA

Judul Buku    : NEBULA
Penulis           : TERE LIYE
Tebal Buku    : 376 halaman
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit   : 2020

Sinopsis

Kamu adalah teman terbaikku, Selena. Kamu adalah saudaraku. Tidak ada yang boleh menyakitimu. Aku tidak akan pernah membiarkannya.” (Nebula, hal. 350)

Persahabatan Selena, Mata dan Tazk diuji. Ketika kemampuan yang mereka miliki bersatu untuk memecahkan misteri Cawan Keabadian dan Klan Nebula. Mereka diam-diam merencanakan berpetualang ke tempat yang jauh untuk mencari jawabannya. Selena sang pengintai, Mata sang Putri Keturunan Murni, dan Tazk pemimpin yang handal.

Tak ada yang sulit bagi 3 sahabat ini untuk menemukan pintu menuju Klan Nebula. Tapi di saat semua sudah ada di depan mata, ambisi mengambil alih hati yang terluka.

“Duri menembus kulitku. Rasanya sakit. Tapi ada yang lebih sakit, yaitu hatiku, padahal tidak ada luka di sana. Rasanya tetap perih. Tapi di mana lukanya? Aku tidak bisa melihatnya.” (Nebula, hal. 304)

Ketika persahabatan ternoda oleh rasa cinta dan ambisi, masalah besar terjadi. Kumpulan raksasa yang sudah terkurung 40.000 tahun lamanya memporakporandakan kehidupan di Nebula. Hanya karena satu kesalahan. Fatal. Sangat fatal. Hingga kemurnian nyawa sahabat pun dipertaruhkan.

Berjanjilah kamu tidak akan menceritakan apa pun yang terjadi di Klan Nebula hingga ia tumbuh dewasa. Agar anakku tidak membencimu. Sungguh, aku khawatir dia salah paham. Saat dia telah besar, dia akan mengerti semuanya.” (Nebula, hal. 362)

Mereka bertiga tidak pernah kembali ke Klan Bulan. Meninggalkan Klan Nebula menuju Klan Bumi untuk menyelamatkan diri. Meninggalkan wisuda di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi dan seluruh keluarga di Klan Bulan.

Persahabatan yang harus dibayar mahal.

Tapi ini bukan akhir. Ini justru awal terbukanya kembali portal menuju Klan Aldebaran.

Mungkin saja Raib, Ali dan Seli yang akan menggantikan perjuangan Selena, Meta dan Tazk berikutnya.

 

Kelebihan

Novel Nebula merupakan inti dari petualangan 3 sahabat ini. Pikiran dan hati kita dibawa terbang tinggi dan kemudian jatuh saat membaca kisah perjalanan Selena, Mata dan Tazk. Dimana ambisi, cinta dan persahabatan diuji kekuatannya. Pembaca bisa menarik banyak hikmah kehidupan dari novel Nebula ini.

Kekurangan

Membaca novel Nebula akan sangat sulit dimengerti jika belum membaca novel Selena. Selebihnya, novel ini hadir secara sempurna dengan ending yang menggantung. Menyisakan episode selanjutnya yang penuh misteri.

Jadi bagaimana? Semakin penasaran kan untuk baca bukunya secara keseluruhan? Saya jamin bakal menyesal kalau sampai melewatkan seri Selena dan Nebula. Meskipun ini novel remaja, ibu-ibu, bapak-bapak dan orang tua pun masih sangat bisa menikmati novel Selena dan Nebula karya Tere Liye.

bundastory

54 comments
4 likes
Prev post: KIRIM CINTA DARI RUMAHNext post: 7 HAL YANG HARUS KAMU KETAHUI TENTANG RAPID TEST: NOMOR 7 BIKIN HATI TENANG

Related posts

Comments

  • Alfa Kurnia

    Juni 2, 2020 at 8:44 am
    Reply

    Saya suka banget serial ini. Nggak umum temanya untuk bacaan remaja dari penulis Indonesia. Tapi jujur aja membaca Selena dan Nebula ini mulai agak bosan, […] Read MoreSaya suka banget serial ini. Nggak umum temanya untuk bacaan remaja dari penulis Indonesia. Tapi jujur aja membaca Selena dan Nebula ini mulai agak bosan, karena dari buku pertama sampai terakhir alurnya sama. Bahkan lama-lama plot twistnya bisa tertebak. Semoga lanjutannya nanti lebih seru lagi ya. Read Less

    • bundastory
      to Alfa Kurnia

      Juni 2, 2020 at 2:04 pm
      Reply

      Iya ya mbak. Bagi yang sudah membaca dari seri awal mungkin sudah bisa menebak ke arah mana kisah ini akan dibawa. Mari kita nantikan lanjutannya […] Read MoreIya ya mbak. Bagi yang sudah membaca dari seri awal mungkin sudah bisa menebak ke arah mana kisah ini akan dibawa. Mari kita nantikan lanjutannya yaa Read Less

  • Nurhayati

    Juni 2, 2020 at 5:10 am
    Reply

    Seru membaca resensi Selena dan Nebula ini. Dari dulu saya sudah lihat novel Tere Liye wara-wiri di toko buku. Setelah saya bersih bersih rak buku, […] Read MoreSeru membaca resensi Selena dan Nebula ini. Dari dulu saya sudah lihat novel Tere Liye wara-wiri di toko buku. Setelah saya bersih bersih rak buku, ada satu buku Tere Liye. Siapa yang beli, saya rasa bukan saya. Ternyata Hanum si anak remaja saya yang beli. Dari serial Bumi dia bersama teman-temannya sepakat beli bersama-sama, Hanum kebagian beli Komet, dan membacanyapun giliran. Suatu pemecahan masalah yang baik untuk para remaja tetap membaca. Semua karena Tere Liye. 👍😄 Read Less

    • bundastory
      to Nurhayati

      Juni 2, 2020 at 2:05 pm
      Reply

      Hahaha sama mbak. Gak semua serial bumi saya belikan. Akhirnya ada bbrp judul yang anak-anak juga pada patungan sama temannya. Ada juga yang baca di […] Read MoreHahaha sama mbak. Gak semua serial bumi saya belikan. Akhirnya ada bbrp judul yang anak-anak juga pada patungan sama temannya. Ada juga yang baca di perpustakaan sekolah. Read Less

    • Alvianti Alvianti
      to bundastory

      Juni 3, 2020 at 5:37 am
      Reply

      Saya suka banget tema-tema futurustik. Saya emang seneng science fiction sih. Baca resensi ini jadi ngingetin saya sama khayalan-khayalan masa kecil saya tentang hidup di […] Read MoreSaya suka banget tema-tema futurustik. Saya emang seneng science fiction sih. Baca resensi ini jadi ngingetin saya sama khayalan-khayalan masa kecil saya tentang hidup di suatu tempat unik di masa depan. Kayaknya saya harus baca dua novel ini. Read Less

    • Nurhayati
      to bundastory

      Juni 4, 2020 at 7:47 am
      Reply

      Salam kenal mbak Dhika, kita sama di WA alumni kelas website

  • Ratna

    Juni 2, 2020 at 2:49 am
    Reply

    Aku penikmat novel Tere Liye seri Bumi dan kawan-kawan ini. Hehehe. Seru banget, ya, mbak. Nggak sabar nunggu novel lain. Masih ada Proxima Centauri dan […] Read MoreAku penikmat novel Tere Liye seri Bumi dan kawan-kawan ini. Hehehe. Seru banget, ya, mbak. Nggak sabar nunggu novel lain. Masih ada Proxima Centauri dan Putih. Read Less

    • bundastory
      to Ratna

      Juni 2, 2020 at 2:06 pm
      Reply

      Kalah gaul bundo sama mba ratna. Hahahaha. Aku mau lanjut ngikutin serial ini ah buat melatih imajinasi modern.

  • Lithaetr

    Juni 2, 2020 at 12:30 am
    Reply

    Saya belum mengikuti tulisan tere liye yang ini. Selalu kalah duluan sama bocilita yang mau beli buku anak-anak. Nanti mau coba cari di galat, semoga […] Read MoreSaya belum mengikuti tulisan tere liye yang ini. Selalu kalah duluan sama bocilita yang mau beli buku anak-anak. Nanti mau coba cari di galat, semoga ada. Read Less

    • bundastory
      to Lithaetr

      Juni 2, 2020 at 2:07 pm
      Reply

      Yes mba. Kalau sudah baca sekali bisa nagih nih soalnya

  • maria tanjung

    Juni 1, 2020 at 10:49 am
    Reply

    Saya suka petikan kalimat ini : " hidup ini hanya soal sudut pandang. Digeser sedikit saja cara kita memandangnya, kita bisa mengubah sesuatu yang […] Read MoreSaya suka petikan kalimat ini : " hidup ini hanya soal sudut pandang. Digeser sedikit saja cara kita memandangnya, kita bisa mengubah sesuatu yang menyebalkan menjadi hal yang berbeda". memang kita harus memiliki banyak sudut pandang untuk menilai segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini Read Less

1 2 3 9

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *