MENYIKAPI KEBIJAKAN HOME LEARNING SEBAGAI TINDAKAN ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19

antisipasi covid 19

Hai Bunds. Apa kabar hari ini? Semoga kita dan seluruh keluarga selalu diberikan kesehatan dan selalu dalam lindunganNya.

Di tengah maraknya berita mengenai COVID-19, beberapa sekolah telah memutuskan untuk melakukan aktivitas belajar di rumah bagi para muridnya. Apakah sekolah putra-putri bunda juga melakukan hal yang sama?

Lalu apa yang saat itu terlintas di benak bunda saat pertama kali menerima pengumuman belajar di rumah ini?

Pasti ada perasaan lega ya. Terutama bagi daerah yang sudah positif terkena penyebaran virus COVID-19. Dengan adanya keputusan home learning ini, kita bisa melindungi anak-anak lebih intens karena kita akan berada di dekat mereka.

Tapi hal ini juga memunculkan tantangan baru buat para bunda khususnya.

Apakah itu?

Home Learning

Yup.

“Bagaimana mengisi 2 pekan ini dengan maksimal bersama anak-anak”.

Terbayang dong ya keriuhan di dalam rumah. Yang tadinya suasana pagi menjelang siang terasa sedikit senyap karena anak-anak berada di sekolah, sekarang semua kumpul di rumah 24 jam.

Putra saya yang di asrama pun dihimbau untuk dijemput dan berkumpul bersama keluarga selama 2 pekan ini.

Belum lagi dengan perbedaan usia anak. Pasti akan ada perbedaan kebutuhan perhatian dari mereka semua dalam waktu yang hampir bersamaan.

Pusing?

Jangan, dong!

Semua pasti ada solusinya.

Justru kita bisa ambil hikmah dari semua kondisi ini. Jadi merasakan bagaimanan perjuangan bapak/ibu guru yang mendidik anak-anak kita di sekolah selama ini. Jadi bisa lebih menguatkan ikatan antara anak dan orang tua, yang selama ini mungkin sudah sibuk sendiri-sendiri.

happy family

bunda harus setrong ya 

Nah, bunds. Mumpung masih di hari pertama anak-anak belajar di rumah, Bundastory akan berbagi tips ya.

Silahkan disimak dan semoga bermanfaat.

 

7 Hal yang Pelu Disiapkan dalam Mendampingi Ananda selama Masa “Belajar di Rumah”

  1. Siapkan Asupan Gizi Terbaik

Kalau ibu pasti gak bisa jauh-jauh dari dapur ya. Walaupun gak pinter masak, pasti langsung yang dipikirkan adalah asupan gizi anak.

Jika selama ini mereka di sekolah ada snack time, bisa ke kantin, ada makan siang bersama, maka kita juga harus mempersiapkan itu di rumah.

Ini bisa jadi langkah awal juga bagi kita yang biasanya suka jajan atau makan junk food karena alasan simple, cepat dan enak.

Sajikan masakan dengan sayuran segar, lauk sehat dan buah-buahan. Begitu juga dengan camilan, luangkan waktu untuk membuat camilan sehat seperti puding, roti bakar, jagung susu keju, atau jus dan salad buah.

Dengan adanya virus Corona ( COVID-19) yang sangat cepat menyebar ini, daya tahan tubuh menjadi benteng yang paling utama.

Makan yang sehat akan membuat daya tahan tubuh selalu terjaga.

Perbanyak vitamin C juga sangat baik.

Mumpung gak ada kegiatan di luar rumah, mari kita sajikan makanan yang bergizi bagi anak-anak kita.

Masakan rumah tentunya akan lebih terjaga kebersihannya.

Jika bunda merasa belum ahli memasak, jangan khawatir. Ada cookpad, ada google, ada instagram yang banyak membagikan resep masakan. Pokoknya kurangi jajan di luar ya, bunds.

makanan sehat

  1. Siapkan Ruang yang Bersih

Jika selama ini kita disibukkan dengan berbagai kegiatan sehingga rumah tidak setiap hari bisa kita bersihkan, yuk mulai sekarang kita beberes rumah dulu.

Anak-anak juga masih full power di hari-hari pertama “libur” kan?

Ajak mereka untuk membersihkan kamar masing-masing.

Ganti seprei, handuk dan selimut jika perlu 3 hari sekali. Jemur bantal guling di bawah sinar matahari.

Pagi hari, buka jendela agar sirkulasi udara berjalan baik.

 

  1. Ajak Anak membuat Jadwal Harian dan Aturan Bersama

Agar anak-anak juga paham bahwa masa ini bukanlah masa liburan melainkan masa “belajar di rumah”, alangkah baiknya jika kita ajak mereka untuk membuat jadwal harian. Dengan adanya jadwal harian, ini bisa mengurangi kerepotan bunda mengatur waktu. Selain itu, kegiatan anak juga terarah.

Ada sekolah yang sudah mengirimkan materi dan tugas yang harus dikerjakan dari rumah. Ada juga yang belum dan masih menanti info dari sekolah.

Beberapa aplikasi belajar online juga banyak tersedia. Seperti Rumah Belajar dari Kemdikbud, Kelas Pintar, Ruang Guru, Zenius dan masih banyak lagi. Silahkan bunda browsing ya untuk mencari solusi belajar online yang paling cocok.

Jangan lupa untuk membuat target capaian dalam 2 pekan ini.

Misal Menyelesaikan materi 1 bab, menyelesaikan soal-soal latihan, dan lain-lain.

Hati-hati dengan gadget dan TV ya, bunds.

Kalau di sekolah tidak bisa membawa gawai dan tidak bisa menonton televisi, tapi di rumah semua perangkat itu ada di dekat mereka. Jadi buat juga aturan yang jelas bersama-sama.

Jam berapa bangun pagi, aktivitasnya apa saja, jam berapa istirahat.

Sebagai orang tua kita harus mensupport keputusan pemerintah mengenai home learning atau “belajar di rumah” ini. Jadi jangan sampai ini dianggap sebagai masa liburan atau masa bersantai-santai. Beri pemahaman kepada anak-anak, mengapa 2

pekan ini kita diminta beraktivitas dari dalam rumah.

Nanti kalau santai-santai, yang kasihan juga anak-anak kita lho bunds. Karena setelah masa ini berakhir, mereka akan kembali ke bangku sekolah lagi. Kalau terbiasa santai, besok pas masuk sekolah perlu penyesuaian ulang. Dan ini akan menjadi “pr” lagi buat bunda. Terlebih kalau anak tinggal di asrama dimana sudah pasti lebih ketat aturannya.

jadwal anak

  1. Siapkan Kakak menjadi “Asisten Mentor” bagi Adik-adiknya

Dengan adanya kegiatan belajar di rumah ini, pasti bunda akan lebih sibuk dari hari biasanya.  Kita bisa lho meminta tolong pada si kakak untuk menjadi “mentor” bagi adiknya.

Kebetulan karena putra sulung saya memiliki hafalan Al-Quran lebih banyak dari saya, maka ia saya tugaskan untuk mengawal adiknya dalam setoran hafalan dan membaca Al Qur’an. Jadwal dia menjadi mentor di jam setelah sholat Maghrib sampai menunggu waktu Isya’ tiba.

Bunda juga bisa menggali bakat apa yang dimiliki anak-anak kita untuk kemudian bisa kita ajak bekerja sama dalam kelancaran proses belajar dari rumah ini.

  1. Ajak Anak ambil Bagian dalam Pekerjaan Rumah Tangga

Aktivitas belajar di rumah dan juga anjuran untuk melakukan aktivitas lainnya dari rumah tentunya akan membuat kondisi rumah lebih “hidup”.

Berantakan? Jangan khawatir bunda. Ini akan menjadi saat yang tepat untuk mengajarkan anak-anak mengetahui pekerjaan rumah tangga yang sesungguhnya.

Beri mereka kesempatan untuk ambil bagian sesuai usianya.

Mulai dari menjemur handuk masing-masing, merapikan kasur dan kamar, meletakkan baju kotor di tempatnya, menyapu, mencuci piring, menyiram halaman, membuang sampah pada tempatnya dan masih banyak lagi pekerjaan rumah yang bisa mereka lakukan.

 

  1. Siapkan agenda bermain di rumah

Kalau di sekolah, anak-anak akan mendapat jam bermain. Kalau di rumah bagaimana?

Ya tetap dong. Anak-anak kan memang suka bermain.

Mungkin mereka akan bosan karena tidak bermain dengan teman-temannya.

Untuk itu bunda harus kreatif mencari cara agar mereka betah bermain di rumah dan sekitarnya saja.

Contohnya :

Bangun pagi lalu bersepeda bersama keliling komplek. Hal ini jarang dilakukan jika hari-hari sekolah bukan?

Bunda bisa juga bacakan buku cerita atau membuat prakarya bersama jika tugas dari sekolah sudah di selesaikan.

Nonton Youtube yang sesuai dengan usia anak juga boleh. Tapi pastikan contentnya yang baik dan bermanfaat.

Putar film anak dan menonton bersama.

Bernyanyi bersama.

Dan masih banyak lagi yang bisa kita kerjakan bersama dengan gembira.

 

  1. Siapkan Reward

Anak-anak tak bisa jauh dari hadiah. Mereka akan selalu semangat jika mendengar kata hadiah.

Yeayyy

Lakukan itu pada anak-anak juga ya bunda.

Hadiah bukan berarti harus sesuatu yang wah. Menyiapkan makanan spesial kesukaan mereka itu juga bisa menjadi hadiah.

kadountukanak

 

Nah, bunds. Semoga 7 hal yang perlu kita siapkan selama mendampingi anak-anak belajar di rumah dalam 2 pekan ini bermanfaat ya.

Biasakan pola hidup bersih dan sehat mulai hari ini.

Makan sehat, Minum  air putih  yang cukup ( 8 gelas sehari) , Cuci tangan dengan sabun dan jangan lupa yang utama yaitu meningkatkan ibadah wajib dan sunnah.

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

Menyikapi kejadian COVID 19 ini dengan tidak abai tapi juga tidak lebai.

Satu lagi…

Jangan asal forward info ya, bunds. Jika ingin berbagi info, pastikan dulu info tersebut adalah benar adanya. Jika meragukan, Stop di kamu!

Selamat mendampingi buah hati dengan bahagia.

bundastory

Sumber foto : pixabay

 

 

10 comments
2 likes
Prev post: BERBURU SOUVENIR KHAS JOGJA DI UKM GREAT SALENext post: MARI SEBAR BERITA KEBAIKAN

Related posts

Comments

  • steffifauziah

    Maret 17, 2020 at 6:33 am
    Reply

    wah bener bangeet ini bun, apalagi selama 14 hari itu bukan waktu yang sebentar kalo di rumah doang, pasti anak cepat bosan kalo ibunya tidak […] Read Morewah bener bangeet ini bun, apalagi selama 14 hari itu bukan waktu yang sebentar kalo di rumah doang, pasti anak cepat bosan kalo ibunya tidak pintar-pintar membuat anak betah di rumah. semoga sehat selalu sekeluarga ya buun.. Read Less

  • Wiwid Vidiannarti

    Maret 17, 2020 at 4:28 am
    Reply

    Iya bener, ada sang kakak yang bisa membantu jadi mentor bagi sang adik. Biar emaknya nggak kewalahan :D

  • Melina Sekarsari

    Maret 17, 2020 at 1:42 am
    Reply

    Bagi ibu bekerja, PR banget saat harus sekalian mengawasi pelajaran anak-anak di rumah. Tapi kondisinya harus seperti ini. Ambil sisi positifnya saja. Beruntung, anak-anak memperoleh […] Read MoreBagi ibu bekerja, PR banget saat harus sekalian mengawasi pelajaran anak-anak di rumah. Tapi kondisinya harus seperti ini. Ambil sisi positifnya saja. Beruntung, anak-anak memperoleh materi dari website sekolah. Guru-guru pun aktif memberikan informasi melalui group WA. Ini sangat membantu. Urusan implementasinya, biarlah menjadi tanggungjawab orangtua. Mau repot seperti apa, anak-anak itu adalah titipan Allah buat kita. Jadi jangan terlena menitipkan ke sekolah dan guru melulu. Semangaaat! Read Less

  • Yuni

    Maret 16, 2020 at 11:34 pm
    Reply

    Terimakasih ulasannya mbak...emang terasa ya saat anak harus mengikuti e-learning di rumah. Butuh peran serta orang tua secara aktif agar anak pun termotivasi belajar di […] Read MoreTerimakasih ulasannya mbak...emang terasa ya saat anak harus mengikuti e-learning di rumah. Butuh peran serta orang tua secara aktif agar anak pun termotivasi belajar di rumah. Read Less

  • Juli Dwi Susanti

    Maret 16, 2020 at 11:00 am
    Reply

    Program yang bagus dan benar-benar melibatkan mereka anak-anak kita ya mbak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *